Posts

Me, Myself and I

Image
I have this tight circle from high school called Dejolimenoris and we've been hanging out ever since. One of the moments we continuously use as an excuse to meet up is birthdays. The person who's having birthday will treat the rest of us, and in exchange, we would give a birthday present. It's been going on for almost a decade until it finally became more like a routine. Finding the perfect birthday present may sometimes wastes time and often still could not fully satisfy the birthday person (it shows in their expression when they open the present). And eating out at a fine dining restaurant these days may become a burden for some of us. So starting from this year, we decided we will not celebrate any birthday and no birthday present will be given. Thus, we only we meet up when we want to. Less frequent but more meaningful. And the first birthday of the year happened to be mine. I didn't feel sad. But I did feel something was off. A few days before my birthday...

Balada Kubangan Berseni

Musim penghujan selalu jadi momok yang menakutkan bagi saya karena, sama dengan Jakartans lainnya yang bergantung pada transportasi umum, sesi berangkat dan pulang kerja jadi ekstra merepotkan. Misalnya tas jadi lebih berat karena bawa payung tiap hari, jalanan becek berlumpur plus air got meluap, halte padat penumpang, nunggu bus lebih lama, macet lebih parah, dan segudang ke-bete-an lainnya. Kadang, saya males banget payungan pas turun hujan, apalagi kalau melewati gang kecil dan banyak motor yang wara-wiri. Ribet. Ujung-ujungnya basah pula. Kalau cuma rintik-rintik atau gerimis kecil, biasanya saya cuma pake tudung jaket atau kerudungan pake kain pashmina. Nah, kalau kerudungan pake pashimna, saya bakal jadi pusat perhatian abang-abang terminal gara-gara " sipit-sipit koq pake kerudung" .  Terus saya sahutin " emangnya GA boleh..?" * tapi dalam hati aja ngomongnya :D Pernah suatu malam, saya pulang kerja setelah hujan deras dan sampai di terminal hujan...

der Deutschkurs a.k.a The German Course

Bulan lalu akhirnya saya memulai rutinitas baru yang udah saya planning sejak lulus kuliah dan sempat tertunda selama hampir dua tahun, yaitu kursus Bahasa Jerman. Kenapa Bahasa Jerman? Ya uda jelas lah ya saya penggemar der Panser alias timnas sepakbola Jerman sejak tahun 2002, tepatnya World Cup Korea-Jepang pas masa kejayaannya Oliver Kahn. Lama-kelamaan saya tertarik untuk mempelajari bahasanya. Berhubung ga punya banyak waktu dan bokap ga begitu minat ngajarin saya walaupun dia bisa Bahasa Jerman, akhirnya selama bertahun-tahun saya cuma belajar dari buku yang beredar di toko buku. Of course , hasilnya nol besar, cuma hot-hot chicken ass (*baca : panas-panas pantat ayam), abis itu bukunya jadi pajangan doang. Belakangan pas saya kuliah di Cina, saya punya cukup banyak waktu luang setelah tesis rampung dan mencoba (lagi) untuk belajar dari buku. Kali ini hasilnya mendingan karena bukunya lumayan mendasar plus dilengkapi CD rekaman untuk melatih listening dan pronu...

The Things I Miss the Most from China - Cafe

Image
Setelah sebelumnya ngebahas tentang kuliner, topik kali ini ga jauh dari food and beverages . Salah satu hal yang paling saya kangenin dari Cina adalah kegiatan " ngafe ". Sebenarnya saya malah ga pernah nongkrong di kafe selama di Indo. Pertama kalinya nyicipin Starbucks justru waktu nge- date di Cina. Alasannya yah karena harga kopi di kafe lebih muahaaal dibanding minum kopi di rumah, walaupun sekarang setelah nyobain biji kopi asli yang langsung di- brew , saya jadi maklum deh harganya mahal karena emang maknyusss banged nikmatnya. Tapi sebenarnya bukan cuma taste yang bikin saya getol ngafe di Cina.

Make Up Artist Kuangmr

Image
Setelah kekecewaan pada 2 MUA yang ogah-ogahan menanggapi permintaan saya, saya seneng banged karena bisa menemukan MUA yang kebetulan jadwalnya pas dengan wedding cece saya, ditambah lagi style-nya memuaskan. (baca detail di Di Tengah Kepanikan Mencari Make Up Artist ) Tapi ternyata belakangan, ada kejadian yang lebih ga menyenangkan lagi dengan MUA itu. Kali ini saya ga pake nama samaran karena ini bisa dibilang info penting untuk cewe-cewe di luar sana yang lagi hunting MUA.

Study in Fuzhou - Fujian Normal University

Image
Alasan saya memilih Fuzhou untuk studi S2 sebenarnya simple : karena ga ada pilihan lain. Hahaa.. Waktu itu, saya masih labil, entah mau ambil S2 atau langsung cari kerja setelah lulus. Ketika akhirnya memutuskan untuk lanjut S2, hampir semua universitas udah menutup pendaftaran. Denger-denger, kebetulan Fujian Normal University (FNU) baru saja tandatangan kontrak kerjasama dengan Confucius Institute di Indonesia, makanya FNU masih bersedia menerima pendaftaran, dan jadilah saya studi ke FUZHOU . Fuzhou adalah ibukota provinsi Fujian yang terletak di tenggara Cina, persis di seberang Taiwan. Kata 'Fujian' mungkin lebih familier di telinga orang Indo dengan padanannya dalam bahasa daerah: 'Fukkien' atau 'Hokkien'.  Sebelum mendarat ke Fuzhou, saya singgah dulu di Guangzhou selama 3 hari karena belum ada penerbangan yang direct dari Jakarta. Jadi pertama kali tiba di Fuzhou, yang paling berasa adalah kesan kota kecilnya yang jauh dari Guangzhou ataupun J...

Di Tengah Kepanikan Mencari Make up Artist

Image
Walaupun persiapan pernikahan udah dimulai lebih dari setahun yang lalu, tapi tetep aja baru mulai berasa kehebohannya justru sebulan sebelum hari-H. Mulai dari technical meeting dengan pihak gedung, mantepin menu catering, bagi undangan, fitting baju, dll. Bukan... bukan saya yang merit, tapi cece saya.. hahahhaaa.. Salah satu masalah yang harus saya hadapin adalah make up artist (selanjutnya disingkat MUA). Karena saya ga dapet paketan dari bridal dan kalau hire MUA dari bridal harus nambah 1 juta, akhirnya saya putusin untuk panggil MUA aja. MUA yang tadinya akan saya pake adalah kenalan mama saya dari kantin sekolah tempat dia dagang. Dari kartu nama yang mama saya dapet dari temennya si MUA (sebut saja dia Mawar), saya cek FBnya. Walaupun portfolionya ga banyak dan hasil make up nya biasa aja, berhubung saya ga punya kenalan MUA lain yang affordable , saya pun setuju untuk pake jasa si Mawar. Mama saya pun booking dia di bulan Juni.