Balada Kubangan Berseni

Musim penghujan selalu jadi momok yang menakutkan bagi saya karena, sama dengan Jakartans lainnya yang bergantung pada transportasi umum, sesi berangkat dan pulang kerja jadi ekstra merepotkan. Misalnya tas jadi lebih berat karena bawa payung tiap hari, jalanan becek berlumpur plus air got meluap, halte padat penumpang, nunggu bus lebih lama, macet lebih parah, dan segudang ke-bete-an lainnya.

Kadang, saya males banget payungan pas turun hujan, apalagi kalau melewati gang kecil dan banyak motor yang wara-wiri. Ribet. Ujung-ujungnya basah pula. Kalau cuma rintik-rintik atau gerimis kecil, biasanya saya cuma pake tudung jaket atau kerudungan pake kain pashmina. Nah, kalau kerudungan pake pashimna, saya bakal jadi pusat perhatian abang-abang terminal gara-gara "sipit-sipit koq pake kerudung".  Terus saya sahutin "emangnya GA boleh..?" *tapi dalam hati aja ngomongnya :D

Pernah suatu malam, saya pulang kerja setelah hujan deras dan sampai di terminal hujannya sudah reda. Biasanya saya jalan kaki ke rumah dari terminal melewati rumah-rumah kontrakan yang dempet-dempetan itu. Jalanan otomatis penuh kubangan dan saya mesti lincah loncat-loncatan nyari kubangan yang ga terlalu dalam. Nah pas saya ketemu kubangan yang nutupin selebar gang itu, saya diem sebentar atur strategi jalan merambat sambil pegangan pagar kontrakan, walaupun sebenarnya riskan karena pijakannya sempit dan kemungkinan malah loncat ke tengah kubangan. Hiiiii..

Tapi belum sempat saya merambat, ada air yang menetes di depan rumah kontrakan itu. Tebakan saya ini pasti sisa air hujan yang tertampung di talang air di atap rumah yang pipanya dipasang menempel dinding dan berujung dekat parit kecil. 

Eh, tapi koq tetesannya lebih tinggi dari ujung lobang pipa? Berarti bukan dari talang air dong?

Loh koq tetesannya malah melengkung, bukan lurus..???

Pas saya deketin lagi untuk lihat lebih jelas, ternyata oh ternyata... tetesan itu bukan air hujan, melainkan ada bocah yang lagi mengacungkan si belalai gajah dan PIPIS di depan rumahnya. Doenkkk.. Haha..

Beruntung hari itu saya pake sepatu karena, walaupun bisa merambat, tetap saja saya harus melangkah satu kali di atas kubangan itu saking lebarnya tuh kubangan. Ga kebayang deh kalau saya pake sendal jepit dan harus 'menyelam' dalam kubangan 'berseni' itu.. Oh no...

Comments

Popular posts from this blog

Study in Fuzhou - Fujian Normal University

IELTS Writing Task 1

Contoh Soal dan Essay IELTS Writing Task 2

IELTS Writing Task 2

Travel in China : Shanghai 上海 - Hangzhou 杭州

Romantic Doctor, Teacher Kim - Classy Korean Drama

Maling Jemuran

Travel in China : Xi'an 西安 - Huaqing Pool & Terracotta Warriors

Berlatih IELTS Secara Otodidak

Pancoran Membawa Petaka atau Saya yang Sedang Sial...?