Posts

Sixth Sense...

Entah kenapa, saya selalu mendapat penglihatan yang saya sendiri ga sadar kalau itu adalah masa depan sampai akhirnya benar-benar terjadi. Dulu waktu kelas 6 SD, saya pernah mimpi ketemu seorang cowo yang lagi duduk di dalam mobil. Anehnya raut muka cowo itu jelas banget, ga samar-samar kaya mimpi biasa. Lucunya adalah cowo itu bener-bener exist dan dia ternyata adalah murid baru di SMP saya. Pernah juga saya mimpi tentang suatu tempat yang saya inget banget detil pemandangannya, dan ketika saya ikut retreat ke daerah Puncak, barulah saya sadar tempat itulah yang ada di mimpi saya. Selain yang di atas, sebenarnya masih ada kejadian-kejadian lain yang saat menulis blog ini saya ga inget. Saya ga tahu apakah ini termasuk sixth sense atau bukan, dan bukan berarti saya bisa meramal lhow... Mungkin it's just a coincidence , kebetulan aja intuisi saya kuat dan saya dapat sekelebat penglihatan di masa depan. Kenapa tiba-tiba saya cerita tentang ini..? Semuanya gara-gara semal...

The Judgement Day...

SIDANG. Itulah highlight hidup saya tahun ini. Dan hari penghakiman itu jatuh pada hari Jumat lalu, tanggal 29 Juli 2011. Sebenarnya setelah kumpul soft cover, hati saya kebat-kebit ga karuan gara-gara menanti sidang. Setelah jadwal sidang diumumkan hari Senin, makin jiperlah saya. Apalagi pas mendalami skripsi, saya baru nyadar ada beberapa ketidaksesuaian. Misalnya, ada quote yang saya pake tapi bukunya malah ga dimasukin ke Daftar Pustaka, malah ada quote yang ga dipake tapi bukunya malah dimasukin ke Daftar Pustaka. Ada juga kesalahan translate yang bikin panik, di naskah asli cuma 1 kalimat, tapi pas masukin ke skripsi malah beranakpinak jadi 2 kalimat. Emang sih ini semua bisa direvisi setelah selesai sidang. Tapi yang bikin saya khawatir adalah ada yang bilang bahwa kemungkinan dosen penguji bakal ngecek semua Daftar Pustaka kita untuk mencegah kecurangan coz ada kasus di mana demi memenuhi syarat minimal 15 buku, buku yang ga dipake pun ikut dimasukin. Dan di atas semua ...

RICO : Murid Terunik

Image
Demi mencari sesuap nasi dan segelas susu (lebayyy..), mulai akhir bulan Maret lalu saya mengajar les privat Bahasa Inggris untuk seorang murid kelas 3 di daerah Kemanggisan bernama Rico. Sebenarnya saya rada males nambah murid les karena pengen konsentrasi nulis skripsi, tapi berhubung lokasi rumahnya dekat dengan kampus, jadi saya pun menerima tawaran ini. Alhasil, anak ini bener-bener bikin hidup saya kaya kembang api. You know lah, anak laki-laki biasanya kan emang males belajar, kudu banyak sabar dan main tarik ulur pas ngajar. Tapi karena dia laki-laki, saya jadi nyambung kalo ngomongin lagu rock dan mobil balap, khususnya topik tentang rock band dan film Fast n Furious. Overall, saya suka ngajar Rico dengan segala keunikannya. Kamis lalu adalah hari terakhir saya ngajar karena bulan depan akan lanjut studi ke Cina. Entah kenapa, hari itu banyak kejadian yang bikin saya rada ga rela untuk berhenti ngajar (walaupun, seperti biasa, dia ngeluh saya dateng kepagian). Waktu dia...

First-Timer

Tanggal 29 Mei-4Juni 2011 yang lalu saya mengalami banyak sekali first-time, alias untuk pertama kalinya. Yang paling utama adalah became a backpacker for the first time . Thanks to Trinity, penulis The Naked Traveler , saya akhirnya bisa mewujudkan mimpi untuk backpacking. Yah, ga bisa dibilang full backpacking sih secara cece saya bawa koper dan mama saya malah bawa 2 tas tenteng. Jadi bisa dibilang semi backpacker lah. Hehehe... Selain backpacking , ini juga pertama kalinya saya traveling ke luar negeri. Kalo ada yang bilang Singapore dan Malaysia adalah awal menuju traveling ke luar negeri, saya setuju banget karena saya juga jadi korbannya. Ibaratnya, kalo mau latihan traveling ke luar negeri, maka S'pore dan Malay adalah simulasi yang tepat. Harusnya sih untuk orang yang pertama ke luar negeri pasti berasa deg degan, ga bisa tidur di malam sebelum hari keberangkatan dll, tapi karena traveling ini direncanakan sendiri tanpa tour, alhasil rasanya kaya pergi ke bandung aj...

Cake Cokelat = Bolu Cokelat...?

Saya orang yang punya banyak cita-cita. Kalau melihat orang jago nulis, pengen jadi penulis, lihat orang jago gambar, pengen jadi pelukis, lihat orang jago dance, pengen jadi dancer... Tapi tidak satupun cita-cita itu tercapai. Well, mungkin untuk penulis sudah tercapai walaupun cuma pernah menghasilkan beberapa cerpen dan novel yang rada picisan dan bikin geli kalau sekarang dilihat lagi. Sampe mikir koq bisa-bisanya ya saya ngayal segitunya, apalagi dengan gaya bahasa yang telenovela banget. Anyway, saat ini saya punya cita-cita yang lain, yaitu chef. Oke, silakan ketawa. Tapi bener lho, saya pengen banget jago masak ini itu, panggang kue ini itu, de el el. Entah karena belum ada pengalaman atau emang ga bakat, biasanya hasil bikinan saya amburadul, walaupun masih layak disebut makanan manusia. Contohnya waktu saya masih SMA, dalam pelajaran biologi kelompok saya praktik membuat donat. Yang kami bikin malah batu dengan bau fermipan. Waktu bikin pizza, jadinya malah setengah rot...

Serasa Ditampar

Image
Finally, akhirnya, at last... Setelah vakum hampir 3bulan, hari Minggu yang lalu saya resmi kembali ke gereja. Horeeee... Masalahnya, terakhir kali saya ke gereja untuk merayakan Ekaristi adala tanggal 24 Desember ketika merayakan Natal. Dan sebelum hari itu juga sempat vakum beberapa bulan. Betapa liar diriku. Tapi karena haus akan siraman rohani dan menyadari psikologis saya mulai terguncang lantaran hidup yang kurang seimbang, Saya pun mendapat dorongan hebat menerjang hujan badai menghadiri misa (lebayyy...).  Thanx to Vennia, teman saya yang menatap saya aneh waktu saya bilang saya ke gereja hanya pada saat NaPas (Natal-Paskah). Saya juga sudah lumayan lama vakum dari kegiatan lingkungan, kumpul-kumpul untuk doa, atau kegiatan rohani lainnya di lingkungan komplek. Bukan apa-apa, saya cuma merasa lagi ga mood dan ga niat. Lagipula saya meyakini bahwa saya ingin ke gereja ketika saya memang ingin ke gereja, bukan karena rutinitas.(alasan aja...). Faktor lain yang bikin say...

相当记着,你准备好了吗 ?

Image
Hari Selasa tanggal 15 Maret 2011 Jurusan Sastra China mengadakan seminar yang bertemakan "相当记着,你准备好了吗 ?" yang kudu, wajib, harus dihadiri oleh mahasiswa semester 6 dan 8. Pembicaranya adalah reporter Xing Zhou Ri Bao yang juga mengajar di Binus, yaitu Huang Laoshi. Beliau masih muda dan kocak banget. Rasanya seperti mengikuti seminar melawak. Saya sampe bingung masih ada aja mahasiswa yang ketiduran dalam hall lantai 4 itu. Anyway, menurut saya acara seminar ini lebih kepada sharing. Huang Laoshi berbagi cerita mengenai keadaan koran berbahasa Cina di Indonesia, bagaimana ancaman sedikitnya pembaca dapat membuat kantor berita gulung tikar, dan juga kisah-kisah menarik, tak terlupakan dan menyedihkan yang didapat selama menjadi reporter. Semuanya diceritakan dengan diselingi gurauan sehingga seminar berjalan jauh dari membosankan. Kisah yang paling menarik bagi saya adalah kisah menyedihkan tokoh (saya lupa namanya, tapi marganya Peng) kelahiran Pontianak yang memin...