Ups and Downs

Setelah kembali dari Cina dan mulai bekerja, saya merasa hidup saya bagaikan roller coaster: naik dan turun tanpa terkendali. Masa kuliah dulu, saya selalu bisa mengontrol waktu, kegiatan dan hal-hal lainnya, saya merasa senang kalau saya bisa memegang kendali. Sebagian besar bisa diprediksi dan diantisipasi, walaupun ga semua. Paling-paling masalah hubungan sosial yang sering kali ga mungkin saya kontrol karena menyangkut perasaan orang lain.

Nah, setelah berkerja, semua itu berubah drastis. Bukan berarti saya tidak pernah bekerja sebelumnya. Saya pernah menjadi guru privat, bimbel, sampai guru SD. Tapi semuanya masih bisa diatur dan terkendali. Kali ini, kerjaan saya sering berhubungan dengan regulasi dan birokrasi. Segala sesuatu yang sudah saya atur, yang sudah saya prediksi sematang mungkin, bisa jadi malah terbentur sana-sini dan terpaksa tertunda atau malah batal sama sekali. Kalau sudah begitu, saya merasa sedih dan keselll banged. Maklum, karakter perfeksionisnya kental. Saya mau ga mau merasa tertekan juga, padahal kalau dipikir-pikir, bukan salah saya juga kalau kerjaan belum kelar karena kerjaan saya bergantung pada birokrasi. 

Tapi terkadang, tanpa diduga-duga, sim salabim kerjaan itupun gol dan beres seketika. Saya jadi seneng banged dan merasa seperti dapat kabar kenaikan gaji 100%. Misalnya kemarin, saya telepon ke salah satu instansi untuk menanyakan perkembangan dokumen yang sudah saya mohon sejak tiga minggu yang lalu. Normalnya dokumen itu bisa gol dalam 10-14 hari. Minggu yang lalu saya follow up lagi dan menyerahkan lagi berkas permohonan yang sama ke bagian dalam dan diminta menunggu kabar. Sampai kemarin, ketika saya telepon, saya diminta untuk tanya ke bagian depan. Duh, itu sih sama aja dilempar ke bagian lain, pikir saya. Saya pun tidak menelepon ke bagian depan dan memutuskan untuk telepon lagi sore nanti. Pas saya telepon lagi, orang yang sama menjawab dan responnya ketus dan diminta untuk bertanya ke bagian depan. Akhirnya saya telepon ke bagian depan, dan.... ga ada yang jawab telepon. Duilahhh...

Saat itu, saya bete banged. Padahal sebelum pulang kampung, boss udah pesen bahwa dokumen itu top priority dan harus selesai minggu ini. Tapi saya ga bisa berbuat apa-apa karena masalahnya terhambat di instansi, ga mungkin saya memaksa mereka untuk mempercepat proses demi saya. Apalagi saya juga ga tahu dokumennya tertahan di bagian mana. Saya merasa tidak berdaya dan kesal karena tidak memegang kendali atas situasi ini. Saya akhirnya memutuskan untuk menghubungi agen dan meminta dia untuk cek langsung ke bagian depan instansi tersebut di hari berikutnya, yaitu hari ini.

Malamnya, saya ga tenang banged, sampe kepikiran untuk doa rosario (emang dasar bejad, mohon doa pas ada maunya aja). Lalu tadi pagi, saya menerima telepon dari si agen yang memberi laporan bahwa......... dokumennya sudah GOOOLLLL... Yeyy..! Saya seneng banged dan merasa plooongg.. Kalau company punya hati, pasti perasaannya sama kayak saya sekarang ini. Sampai-sampai tadi, ketika jalan kaki kembali dari lunch ke kantor, hujan rintik-rintik disertai angin sepoi-sepoi, persis suasana yang saya suka banged, saya keinget masalah dokumen yang sudah gol itu dan jadi senyum-senyum sendiri. Tiba-tiba muncul backsound lagu It's a Beautiful Day-nya U2... Hahahahaaa... Top abiss dhe.. Kalau perasaan saya bisa digambarkan dengan grafik mood, hari ini bisa dikategorikan salah satu puncaknya roller coaster...

PS: Dokumen ini adalah tahap pertama dari sederetan prosedur yang harus saya urus. Jadi bakalan masih ada ups and downs lainnya yang menanti... Mudah-mudahan semuanya berakhir di puncak.. Amiiinn..!

Comments

Popular posts from this blog

IELTS Writing Task 1

Study in Fuzhou - Fujian Normal University

Contoh Soal dan Essay IELTS Writing Task 2

IELTS Writing Task 2

Travel in China : Shanghai 上海 - Hangzhou 杭州

Romantic Doctor, Teacher Kim - Classy Korean Drama

Maling Jemuran

Penipuan Derawan Trip oleh @derawan_island

Travel in China : Xiamen 厦门

Berlatih IELTS Secara Otodidak