Tempat Curhat Gratisan

Entah kenapa, sejak zaman SMP dulu, hampir semua temen cowo saya curhat tentang kehidupan percintaan mereka ke saya. Kadang saya merasa heran koq mereka bisa seterbuka itu dengan saya yang bisa dibilang ga termasuk teman cewe yang bener-bener deket. Yang bikin saya takjub dan terdorong untuk menulis blog ini adalah karena dua cowo terakhir yang curhat ke saya punya kisah cinta yang sinetron banget. Unbelievable tapi real.

Cowo pertama adalah orang Cina yang tinggal di Guangdong. Saya pernah jadi penerjemah untuk dia dalam pameran Mei 2010 lalu. Di hari terakhir pameran kita punya banyak waktu luang dan akhirnya cerita banyak tentang kehidupan masing-masing. Sampe deh di topik yang paling menarik, which is relationship. Ternyata dia baru aja putus November 2009. Mereka udah saling kenal 4 tahun dan pacaran 3 tahun. Yang mengejutkan adalah mereka udah tinggal bareng di rumah hasil pembelian si cowo. Dan yang perlu digarisbawahi adalah, yang dia beli adalah rumah, bukan apartemen layaknya kebanyakan orang Cina, yang berarti harganya muahal banget secara lahan yang tersedia terbatas banget untuk permukiman orang Cina. Awalnya sih si cowo berniat menulis surat rumah atas nama dia dan pasangannya, tapi si cewe minta rumah itu atas nama cewe itu sendiri. Ujungnya, si cewe yang berprofesi sebagai sekretaris itu kecantol cowo Hongkong teman kerjanya, mereka ribut besar, putus, dan rumah itupun jatuh ke tangan si cewe. Gimana dengan nasib si cowo? Well, dia hengkang dari rumah yang diharapkan jadi rumah masa depannya dan tinggal di mess kantor. Kebayang ga sih betapa sakitnya cowo itu? Saya sempet nanya bencikah dia dengan mantannya itu..? Dia jawab of course dia benci, itu perasaan yang wajar. Additionally, dia jadi ill feel berat dengan profesi sekretaris yang matrealistis.

Cowo kedua berasal dari salah satu negara di Asia Barat yang kebanyakan adalah muslim dan menikah muda. Kebetulan dia juga suka film India kaya saya dan selalu nyetel lagu india di HP saya. Waktu denger lagu Deewana Hai Dekho, dia bilang tiap denger lagu ini dia inget dansa dengan mantannya pake lagu ini. Katanya, semua cewe itu sama, bilangnya cinta, tapi ujungnya bla bla bla. Rupanya, mantannya adalah teman sekolahnya dulu dan mereka putus akhir 2009 lalu gara-gara mau dinikahkan dengan cowo yang masih hitungan sepupu si cewe. Si cowo sempat menawarkan diri untuk menghadap orangtua cewe dan kasih tahu bahwa mereka pacaran. Tapi si cewe ga mau dengan alasan tertentu. Alhasil, kurang lebih sebulan dua bulan kemudian si cewe menikah. Sebelum menikah, si cewe sempat mendatangi si cowo, menangis. Si cowo hanya bisa menghibur, toh ga ada lagi yang bisa dilakukan. Tapi kemudian teman si cowo bilang bahwa sebenarnya sebelum pacaran dengan dia, cewe itu memang berhubungan dengan calon suaminya itu. Yang bikin miris adalah, beberapa waktu setelah itu dia cerita dia lagi di jalan sambil dengerin soundtrack Madagascar “I like to move it move it...” melalui earphone, waktu dia nengok ke samping, dia bertatapan dengan mantannya itu yang sedang duduk di dalam mobil sambil menggendong anaknya di samping suaminya. Si cewe cuma menunduk sementara si cowo memalingkan muka perlahan. Katanya, dulu dia selalu bertanya-tanya “kenapa? kenapa?  kenapa?” Tapi sekarang dia udah ga semurung itu lagi. Saya sempet nanya mantannya cakep ga. Dia bilang ga. Trus saya bilang, kalo ga cakep kenapa mau..? Dia bilang dia ga tau apakah menurut orang lain cewe itu cakep. Belakangan dia bilang mantannya itu mirip Kareena Kapoor. Trus saya bilang, kalo mirip Kareena Kapoor berarti cakep dong, kenapa tadi bilang ga cakep? Dia senyum-senyum jawab, dulu cakep, sekarang uda ga lagi. Owalaahhh…hahahaa…

Gimana dengan nasib percintaan mereka sekarang..? Cowo pertama itu sempat pacaran lagi tapi ga berhasil. Alasannya sih menurut mantannya dia ga cukup baik dan perhatian dibanding mantan-mantannya. Kalo menurut saya sih, si cowo masih trauma dengan relationship terdahulu, mungkin dia merasa mendingan dia ga usah terlalu baik dengan cewe barunya karena takut bakalan sakit hati kaya dulu lagi. Saya simpati banget dengan dia karena meskipun dia ga termasuk pria idaman, tapi cukup okelah. Kerjaan mapan dan karakter yang standar. Well at least dia ga ngerokok. Umurnya pun almost 30. I really wish he can get the best mate. Nah kalo cowo yang kedua itu umurnya early twenties, no worries, lagipula dia masih immature. Honestly saya ga terlalu ambil pusing karena orangnya cukup supel dan easy going. Beberapa bulan yang lalu ada cewe yang text message nyatain perasaan ke dia, tapi sayang udah ada yang punya. Hahaha... Akhir-akhir ini saya perhatiin dia lagi deket dengan cewe Asia Tenggara. Yah, saya sih ga berani memprediksi apa-apa, but hopefully he’ll get the best mate too. I mean we can’t expect a perfect person as we are all imperfect, we can only expect the one who fits perfectly with us… Astaga, ga nahan deh quotenya… hehehehee

Comments

manyun nyun said…
i like the move it move it
she like the move it move it..
hahaha
@Mangun Yun: Ketebak ga sih siapa cowo yang dimaksud..? Hehe..

Popular posts from this blog

Study in Fuzhou - Fujian Normal University

IELTS Writing Task 1

Contoh Soal dan Essay IELTS Writing Task 2

IELTS Writing Task 2

Travel in China : Shanghai 上海 - Hangzhou 杭州

Romantic Doctor, Teacher Kim - Classy Korean Drama

Maling Jemuran

Travel in China : Xi'an 西安 - Huaqing Pool & Terracotta Warriors

Berlatih IELTS Secara Otodidak

Pancoran Membawa Petaka atau Saya yang Sedang Sial...?