The Things I Miss the Most from China - Foodie

Setelah lebih dari setahun kembali ke Jakarta dari studi di Fuzhou, Fujian, China, rasanya gatel banged pengen nulis tentang apa aja yang paling saya kangenin dari Cina, walaupun sih sebenarnya lebih fokus ke Fuzhou daripada Cina secara keseluruhan karena saya berdomisili di Fuzhou.

Awal-awal balik ke Jakarta, saya ga berasa kangen sama sekali, beneran deh. Mungkin karena saya excited untuk nyicipin rasanya cari uang sendiri, jadi saya gak terlalu teringat lagi tentang kehidupan saya di Fuzhou.

Tapi setelah setahun berlalu dan melewatkan ultah temen-temen yang dulu sama-sama kuliah di Fuzhou, perayaan khas Cina, dan lain-lain, saya mau gak mau teringat kembali dan berpikir : "Pada hari ini di tahun yang lalu, apa yang saya lakukan..?" Dan semua hal yang pernah terjadi di Cina seperti video yang diputar ulang di kepala saya. Hasilnya... yah jadi kangen deh..

Ada banyak hal yang saya kangenin dari Cina, terutama Fuzhou, salah satunya yang hampir selalu ada di pikiran saya adalah :

FOODIE

Chinese Food ga ada matinya. Soal rasa, cara masak dan penyajian tentunya tiap daerah punya gaya yang berbeda, dan bukan tidak mungkin masakan yang sama di Fuzhou punya cita rasa yang berbeda di kota Beijing. Tapi secara keseluruhan tetap mencerminkan cita rasa chinese food yang luar biasaaa.. Dan memang benar kalau ada yang bilang chinese food di Indonesia itu berbeda dengan chinese food di Cina asli. Kalau ditanya enakan yang mana, sebenarnya dua-duanya sama-sama enak, tapi chinese food di Cina lebih greasy dan selain itu  chinese food di Indonesia bisa dibilang lebih ke arah peranakan yang disesuaikan dengan lidah orang lokal.

Masalahnya adalah selama saya di Cina, timbangan saya melonjak dari 38 kg menjadi 44 kg. Variasi masakan  chinese food luar biasa banyak dan sebagian besar ga pernah saya temui di Indonesia. Saya selalu gak sabar menanti saatnya lunch atau  dinner. Ditambah lagi harga chinese food di Cina jauh lebih murah dibanding chinese food di Indonesia. Dengan makan di rumah makan biasa aja saya udah bisa dapet taste ala restoran chinese food mewah di Indonesia. Jenis makanan yang populer di kalangan murid asal Indonesia, of course, yang super pedes. Yang paling mendekati adalah masakan ala Sichuan yang bisa dibilang "Masakan Padang"nya Cina. Misalnya 麻辣烫(Mala Tang)、麻婆豆腐(Mapo Doufu)、辣子鸡丁(Lazi Jiding)、水煮活鱼(Shui Zhu Huo Yu) dll.

麻辣烫(Mala Tang); mirip shabu-shabu

麻婆豆腐(Mapo Doufu) alias tahu pedas

辣子鸡丁(Lazi Jiding) berupa potongan daging ayam dan kacang tanah

水煮活鱼(Shui Zhu Huo Yu) berupa fillet ikan yang dimasak dalam sup pedas

Nah, karena orang Indonesia juga suka yang crispy, jajanan yang paling digemari adalah 煎饼(Jian Bing) - ( Jian Bing versi Beijing ) . Yang suka bumbu kacang bakalan suka 凉皮(Liang Pi). Untuk jajanan kontroversial, udah pasti 臭豆腐(Chou Doufu) juaranya. Sesuai namanya, 臭豆腐(Chou Doufu) ini adalah tahu yang bauuu banged. Saya pernah nemenin orang Eropa ikut misa ke gereja, pas mau melewati deretan PKL yang sore-sore mangkal deket halte bus, si bule pun minta saya untuk jalan lebih cepet saking ga tahan sama baunya 臭豆腐(Chou Doufu). Awalnya saya juga ga pernah mau makan 臭豆腐(Chou Doufu) sampai akhirnya dipaksa temen saya, Susanti, untuk nyobain dan alhasil saya jadi ketagihan deh. Maknyuss..!

煎饼(Jian Bing), crepes ala Cina

凉皮(Liang Pi), mirip kuetiau yang berbumbu kacang bercampur cuka

臭豆腐(Chou Doufu)

Masakan-masakan lain yang punya basic bahan dan cara masak yang sama tapi menurut saya lebih enak versi Cina misalnya 日本豆腐(Riben Doufu)、酸辣白菜(Suanla Baicai). Riben Doufu ini sempet bikin heboh ketika saya baru aja jemput 6 murid Indonesia yang baru datang ke Fuzhou dan saya ajak makan siang di rumah makan langganan. Saya pesen Riben Doufu versi hot plate dan lauk-lauk lainnya. Saat itu saya berkomunikasi di telepon dengan salah satu temen orang Cina yang berada di asrama dan sedang membantu seorang murid baru asal Eropa untuk check in. Berhubung temen Cina saya itu bahasa Inggrisnya kurang fasih, jadi saya bantu menerjemahkan. Begitu selesai telponan dan balik menghadap meja untuk makan, Riben Doufu nya ludes tinggal piring hot plate nya doang.. hahahahaa.. Mereka sampe minta maaf karena ga nungguin saya selesai telponan.. Mantap..!
Ada juga jenis bahan yang sama tapi cara masak yang berbeda misalnya 酸辣土豆丝(Suanla Tudou Si)、花蛤汤(Huage Tang)、干煸四季豆(Ganbian Sijidou)、干锅包菜(Ganguo Baocai).

日本豆腐(Riben Doufu)

酸辣白菜(Suanla Baicai), sawi putih tumis asam pedas

酸辣土豆丝(Suanla Tudou Si), kentang tumis asam pedas
花蛤汤(Huage Tang), sup isi kerang dan sayuran

干煸四季豆(Ganbian Sijidou), buncis pedas asin tumis kering

干锅包菜(Ganguo Baocai), kol yang ditumis dengan irisan samcan dan disajikan di atas tungku menyala

Di Cina juga menjamur restoran cepat saji franchise dari Amrik: KFC dan McD. Soal rasa sih menurut saya sebelas duabelas lah. Bedanya, restoran-restoran tersebut ga menyajikan paket nasi plus ayam, cuma ada paket ayam, french fries, soda, dan burger. Uniknya, mereka punya menu tambahan khas Cina seperti menu sarapan berupa susu kacang dan cakwe.. hahahaa.. Tapi rata-rata harga di restoran ini lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Imbasnya adalah bermunculan restoran ayam cepat saji versi Cina yang, of course, punya papan nama dalam bahasa Cina (biasanya diakhiri dengan huruf 克ke). Nah, restoran jenis ini lebih merakyat dan nge-hit banged dengan menu whole chicken yang digoreng crispy dan yang dipanggang. Menu ini digemarin banged oleh orang Indonesia karena bisa dimakan pake nasi dan lebih murah karena seekor ayam itu bisa cukup untuk 3 sampai 4 orang. Baik restoran asli franchise dari Amrik maupun yang versi Cina, semuanya ga punya saos sambal. Mereka cuma sediain saos tomat dan itupun hanya dikasih kalau kita pesen french fries. Lucunya, restoran versi Cina ini dikasih julukan "Kentabo" oleh Ka Ian, salah satu dari 30 pengajar bahasa Mandarin asal Indonesia yang ikut training di Fuzhou. "Kentabo" adalah singkatan dari "Kentucky Bo'ongan", hahahaa.. Istilah itu jadi meluas di kalangan orang Indonesia dan walaupun jumlah Kentabo di Fuzhou ada banyak, tapi tiap kali ada yang nyebut Kentabo, itu pasti merujuk pada 香达克(Xiang Da Ke), yaitu Kentabo yang letaknya paling dekat dengan asrama, yang juga adalah langganan seluruh penghuni asrama.. hahahaa..

香达克(Xiang Da Ke) yang terletak di dekat asrama

Comments

Popular posts from this blog

IELTS Writing Task 1

Study in Fuzhou - Fujian Normal University

Contoh Soal dan Essay IELTS Writing Task 2

IELTS Writing Task 2

Travel in China : Shanghai 上海 - Hangzhou 杭州

Romantic Doctor, Teacher Kim - Classy Korean Drama

Maling Jemuran

Penipuan Derawan Trip oleh @derawan_island

Travel in China : Xiamen 厦门

Berlatih IELTS Secara Otodidak